Minggu, 14 November 2010

Pawang Hujan Bergaransi

Aku sebenarnya orang yang tidak percaya dengan hal-hal kelenik ini.  Tapi keadaan disekitar....serta orang-orang di sekitar ku yang percaya ini, mau tak mau membuat ku turut memperhatikannya....... bahkan harus mengikuti kemauan banyak orang walau hatiku berontak...... wo wes lah...... aku mau cerita beberapa kejadian itu.
Saat di Aceh dahulu..... setiap ada keluarga yang punya hajatan selalu melibatkan pawang hujan...... begitu takutnya orang acara berantakan. Bahkan aku ingat seorang yang kerjanya mabuk..... dan disetiap ada pesta selalu menyanyi ......”i feel good” dipercaya mampu mengusir hujan itu.
Aku juga ingak Uwak ku (abang ayahku) sewaktu membuat pesta pernikahan sepupuku.... harus menyediakan cabe dan bawang yang di tusuk lidi serta di tancapkan ketanah...... sebagai syarat yang di ajukan pawang hujan.
Bagaimana beratnya Marwan sepupuku harus membuang celana dalam kesayangannya ( mungkin itupun celana dalam satu-satunya) ke atas genteng rumahnya saat syukuran sunat dirinya. Demi mengusir hujan........... anjuran pawang.
Yang terbaru adalah....bagaimana perusahaan ku sekarang yang hampir di demo warga sekitarnya karena diisukan menggunakan pawang hujan selama projek berlangsung agar proyeknya lancar...... yang selama hampir 4 bulan tidak turun hujan.
Saat paling konyol ketika menjadi penyelenggara “Nonton Bareng Final Piala Dunia 2006”. Aku yang bersama “super team” ku...... yang juga tidak percaya hal-hal kelenik selama ini, harus tunduk dan menyerah karena ada usulan dari “orang luar” team kami. Yang begitu memelasnya untuk menggunakan Pawang Hujan di acara tersebut. Bahkan menurutnya....pawan hujan nya siap tidak di bayar bila hujan turun............ ya........ pawang hujan bergaransi lah namanya.
Ok lah...kita setuju juga.... walau harus mengeluarkan dana ekstra untuk pembayaran “pawang hujan”.... yang otomatis mengurangi jatah souvenir pembubaran panitia.
Dimalam final yang ditunggu ribuan orang di lapangan depan ruko tempat kami menggelar acara begitu cerah..... secerah wajah-wajah kami yang girang bahwa acara kami di hadiri banyak orang.......  Dilayar besar tersaji Francis vs Italia........ kami juga masih bisa kusuk menyaksikan Zidane menanduk dada Materazi sampai tersungkur........ dan bagaimana Zidane tertunduk lesu di Piala Dunia terakhirnya. Tanpa kami sadari......awan di atas kepala tambah pekat...dan angin berhembus mulai kuat.......... Tidak berapa lama....hujan sangat besar tiba.
Untung saja super team selalu menyiapkan acara secara sempurna.... karena kami sudah mempersiapkan bila hal begini datang.... walau kami sudah menyewa pawang hujan kelas wahid tingkat kampung. Speaker sebesar lemari aman dari hujan....peralatan projector yang kami pinjam dari Perusahaan juga aman....serta peralatan broadcasting lainnya kami anggap aman dari hujan...... tinggalah para penonton yang masih antusias....di bawah hujan tetap bertahan... bermantel, masuk kebawah terpal tempat duduk, berdempet di meja panitia dll. Yang penting sampai selesai adu tendangan 12 pas......yang di menangkan Italia serta pembagian Door Prize baru mereka pada bubar.
Ya Allah.... maafkan hamba mu...... apakah Allah murka pada kami? Sehingga menurunkan hujan yang sangat deras ........... padahal telah 3 bulan Tebing Tinggi Tungkal Ulu Jambi tidak pernah hujan......... Ampuni kami .......ya Allah karena kami lebih percaya Pawang Hujan di bandingkan berdoa kehadapan Mu................. ya Allah ampuni kami.
Salam 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar