Selasa, 22 November 2011

Antara telinga anak kita dan PSSI


Kalah lagi …..  kalah lagi… mungkin itulah kata yang tercetus di mulut  jutaan pendukung Indonesia saat team sepak bola SEAGAMES 2011 kembali keok di tangan Malaysia lewat adu finalti. Padahal masih segar di ingatan kita tahun lalu bagaimana kita juga harus merelakan piala AFF 2011 terbang ke Malaysia. Apalagi banyak pecandu sepak bola bertekat…. biar saja kalah lawan siapa aja…. asal jangan dengan Malaysia!  Nah loh …….. harga mati ya??

Saya jadi ingat tulisan di Koran BOLA dahulu saat mengulas prewiew pertandingan antar 2 musuh berbuyutan kelas dunia Belanda vs Jerman jelang pertandingan WORLD CUP 1990 di Jerman.
Begini kira-kira tulisannya, ada anekdot di Belanda…… “mengapa telinga anak- anak Belanda lebih panjang dari telinga anak Jerman”. Ternyata jawabnya sederhana  karena orang tua di Belanda sering menjewer telinga anaknya sambil berkata…… “tuh liat tetangga seberang  sana (menunjuk kearah Jerman) mereka juara Piala Dunia”. Saya tidak tau apakah hukuman orang tua dari Belanda itu merupakan motivasi atau sindiran bagaimana Belanda sampai saat  ini belum bisa merengkuh Piala yang mereka idamkan dan mereka selalu tumbang di tangan Jerman musuh abadinya itu. 

Apakah PSSI juga berharap seperti itu?? dimana semua anak Indonesia harus menerima telinganya di jewer terus untuk memotivasi atau menyindir prestasi sepak bola kita yang terus-terusan tertinggal dari negara tetangga itu? Ha….. ha ……..yang  pasti saya tidak akan menjewer telinga anak saya untuk hal itu karena walaupun saya jewer itu telinganya sampai lepas, selama sistem pembinaan dan kompetisi PSSI masih seperti itu… ya hasilnya… juga cuma segitu.

Salam