Selasa, 13 Desember 2011

Syarat pembuatan PASPORT yang tidak masuk logika ku


Dalam jangka waktu beberapa bulan ini, saya harus berhadapan dengan Dinas IMIGRASI untuk pengurusan  pastport . Yang pertama adalah pembuatan passport untuk ibu kandung saya umur 61 tahun  (kelahiran 1955). Yang ke dua adalah pembuatan passport untuk ibu mertua saya yang berumur 75 tahun (kelahiran 1935)
Kedua ibu saya punya kepentingan yang berbeda. Ibu saya membuat passport  baru untuk umroh sedangkan ibu mertua saya memperpanjang (sebenarnya buat baru) untuk mengunjungi kakak ipar yang ada di Malaysia.
Nah masalah yang timbul adalah pada syarat pembuatan/ perpanjangan pastport. Dimana syarat yang harus di penuhi adalah KTP, Kartu Keluarga dan bukti lainnya bisa Akte, Ijazah atau Surat nikah. Untuk KTP dan Kartu keluarga rasanya mudah saja apa lagi untuk ukuran umur ibu dan mertua saya sudah KTP seumur hidup jadi tidak masalah.
Masalah baru timbul pada syarat pendukung lainnya. Yang mencantumkan Nama Lengkap serta Tempat dan tanggal lahir.

1. Ijazah
Kedua orang tua saya ini karena masa kecilnya tinggal di daerah, mereka  tidak selesai sekolah, jadi mereka tidak mempunyai  ijazah sama sekali (saya yakin sebagian orang  Indonesia terutama wanita yang seumuran ortu saya ini tidak memiliki ijazah bahkan sekolah).

2. Surat nikah.
Disurat nikah kedua orang tua saya yang keluaran Depag Propinsi Aceh dan Sumatera Utara (mohon pembaca lainnya cek juga kalau mempunyai orang tua yang menikah di bawah tahun 1970) nama memang tertera jelas, tapi untuk tanggal lahir, hanya tertulis umur saat menikah   jadi ini menurut IMIGRASI  tidak bisa diterima. Padahal kita membawa surat nikah aslinya. Saya jadi bertanya apakah surat nikah ini gak di akui ya ama IMIGRASI? …….atau semua orang IMIGRASI surat nikah ibu bapak mereka ada tertera tanggal ya di dalamnya untuk yang menikah di bawah tahun 1970?? Jadi syarat ini tidak memenuhi  syarat  IMIGRASI. Sampai disini rasanya akal saya sudah tidak terima.

3. Akte
Karena Surat Nikah tidak dilengkapi tanggal lahir (padahal ini menurut saya bukan karena kesalahan keluarga saya) maka mereka meminta AKTE KELAHIRAN! Saya kembali bertanya…. emang di bumi Indonesia ini…. kalau mau jujur… berapa orang sih yang berumur di atas 60 tahun yang memiliki AKTE KELAHIRAN?? Dengan ketentuan akte kelahiran yang di buat orang tua masing-masing setelah mereka lahir seperti anak di zaman sekarang. Kalaupun ada, pasti dibuat di atas tahun 80an akhir.

Walaupun akhirnya saya bisa membuat AKTE KELAHIRAN ibu saya, tapi masih banyak pertanyaan yang timbul setelah  AKTE itu dibuat. Karena persyaratan yang sulit saya terima seperti surat nikah orang  tuanya ibu saya (nenek saya) yang sudah tidak ada, saksi-saksi  saat lahir (tetangga) apa masih ada, tempat lahir yang jauh dari tempat tinggal sekarang, dan yang lucunya yang menjamin bahwa orang tuanya lahir tahun segitu adalah anak kandungnya …apa mungkin???  la yang lahirkan anaknya saja ibunya…… dan sebagainya.

Belum lagi AKTE Kelahiran yang dibuat toh di keluarkan Kantor Kependudukan yaitu kantor yang sama mengeluarkan Kartu Keluarga dan Kartu Penduduk. Dan dasar dari pembuatan AKTE itu juga Kartu Keluarga dan KTP dan bukan Pasport. Aneh!!!! Apakah KTP dan KK saja tidak cukup. Apalagi menurut saya orang-orang seumuran begini kalaupun membuat PASPORT paling hanya untuk beribadah dan wisata. Bukan mau jadi teroris atau melarikan diri karena korupsi atau memalsukan jati diri. Toh ada sesi wawancara di kantor IMIGRASI

Saat saya berargumen  masalah dan alasan ini, pihak IMIGRASI tidak mau tau dan tidak perduli karena alasan mereka  menjalankan tugas dan aturan yang berlaku tanpa pandang bulu. Tapi apakah mereka sudah memikirkan apa kendala dan masalah bila ini di berlakukan pada orang di atas umur 60an untuk membuat PASPORT???? apakah orang-orang di IMIGRASI tidak punya masalah yang sama seperti saya saat mereka membuat  passport untuk orangtunya yang berumur segitu???  Atau ini hanya berlaku pada saya yang hanya rakyat biasa yang butuh PASPORT?? 

Semoga ini menjadi renungan dan pertimbangan pihak-pihak yang punya kepentingan soal ini. Dan tidak terjadi kemudian hari pada yang lain dan telah menyiapkan segala kelengkapannya bila mempunyai masalah yang sama. 

Salam

Selasa, 22 November 2011

Antara telinga anak kita dan PSSI


Kalah lagi …..  kalah lagi… mungkin itulah kata yang tercetus di mulut  jutaan pendukung Indonesia saat team sepak bola SEAGAMES 2011 kembali keok di tangan Malaysia lewat adu finalti. Padahal masih segar di ingatan kita tahun lalu bagaimana kita juga harus merelakan piala AFF 2011 terbang ke Malaysia. Apalagi banyak pecandu sepak bola bertekat…. biar saja kalah lawan siapa aja…. asal jangan dengan Malaysia!  Nah loh …….. harga mati ya??

Saya jadi ingat tulisan di Koran BOLA dahulu saat mengulas prewiew pertandingan antar 2 musuh berbuyutan kelas dunia Belanda vs Jerman jelang pertandingan WORLD CUP 1990 di Jerman.
Begini kira-kira tulisannya, ada anekdot di Belanda…… “mengapa telinga anak- anak Belanda lebih panjang dari telinga anak Jerman”. Ternyata jawabnya sederhana  karena orang tua di Belanda sering menjewer telinga anaknya sambil berkata…… “tuh liat tetangga seberang  sana (menunjuk kearah Jerman) mereka juara Piala Dunia”. Saya tidak tau apakah hukuman orang tua dari Belanda itu merupakan motivasi atau sindiran bagaimana Belanda sampai saat  ini belum bisa merengkuh Piala yang mereka idamkan dan mereka selalu tumbang di tangan Jerman musuh abadinya itu. 

Apakah PSSI juga berharap seperti itu?? dimana semua anak Indonesia harus menerima telinganya di jewer terus untuk memotivasi atau menyindir prestasi sepak bola kita yang terus-terusan tertinggal dari negara tetangga itu? Ha….. ha ……..yang  pasti saya tidak akan menjewer telinga anak saya untuk hal itu karena walaupun saya jewer itu telinganya sampai lepas, selama sistem pembinaan dan kompetisi PSSI masih seperti itu… ya hasilnya… juga cuma segitu.

Salam

Senin, 26 September 2011

Menikmati malam minggu bersama FARIZ RM



Wow….. setelah cuma melihat slot iklannya berhari-hari di Trans7….. maka saatnya tiba…………
Sabtu, 24 September 2011 pukul 22:00WIB…. akhirnya bisa lagi melihat Fariz RM manggung secara utuh di TV….. bisa ngilangi rindu ama tu orang… walau di MP3 yang selalu di tenteng kemanapun beberapa lagu masih tersimpan. 

Sedikit terlambat menyaksikannya…….akibat jalannan macet….. yang penting rasa penasaran bisa hilang…. bakan masih sempat melihat Fariz duet bareng Neno Warisman untuk lagu hit saat itu "nada kasih"….. yang sempat mengaku dahulunya dianggap remeh ama orang apa bisa berduet ama seorang Fariz RM saat itu.

Acara Musiklopedia Trans7 sebenarnya hampir mirip dengan acara ZONA 80’an d Metro TV.. Cuma bedanya tidak melulu nyanyi …. tapi d bumbuhi wawancara dengan sahabat… dan keluarga. Seperti contohnya malam itu, ada istri dan putra bungsu ya yang hadir…… begitu juga tele comprence dengan putri  kembarnya yang lagi mendapat beasiswa di Belanda, Dedi Dukun, Neno Warisman dll

Kembali ke masa lalu…. Fariz merupakan salah satu musikus yang memperkenalkan peralatan music MIDI (digital music) di negri ini…….. dan  menjadi idola di jamannya… dimana saat itu masih kuatnya music pok cengeng yang iramnya monoton.

Walau malam tadi…. Fariz RM tidak muda lagi…… namun daya tariknya masih cukup mumpuni terutama buat orang2 sebanyaanya yang mengenal karyanya…… Walau saya tahu banyak yang selalu bertanya… kenapa Fariz yang ganteng dan gagak itu harus kurus dan nampak tua sekarang?? Kayanknya Fariz harus nambah bobot tubuhnya ya biar muda dan gagah lagi……..

Tapi sayang malam tadi Fariz tidak membawakan lagu kesukaan ku yang sekarang mungkin sudah tidak zamannya lagi. karena nelpon sudah begitu mudahnya…… yaitu  “ INTERLOCAL”
Berikut liriknya… semoga para sahabat ingat dan menyukainya:

INTERLOKAL

Symphony Album Trapesium, 1982
Composer/Arranger/Musician Fariz Roestam Munaf, Jimmy Paais,
Herman Gelly Effendi, Ekki Soekarno.
Producers Akurama Records & Symphony


Masih berbunyi nada bicara
Kesekian kali telah ku coba
Gelisah datang tiada terundang
Mengajak prasangka mengusik keadaan

Ku hela nafas panjang menyesali waktu terbuang

Yang ku harapkan dapat bercakap dengan mu
Mengulas rencana kedatangan ku tertunda
Yang ku harapkan kau mengerti kan sebab nya
Namun halangan merintangi harap itu

Ku coba nomor itu masih tak terjawab
Ku hela nafas panjang menyesali waktu terbuang

Bila rencana tiada tertunda
Mungkin kenyataan tak ku jumpa
Gelisah datang tiada terundang
Mengusik prasangka didalam keadaan

Ku hela nafas panjang menyesali waktu terbuang

Namun ku yakin bukanlah itu sebab nya
Hanyalah waktu yang ku pinta belum ada
Yang ku harapkan dan ku rindu dalam kalbu
Bercanda kata mengurangi sikap ragu

Ku coba nomor itu masih tak terjawab
Ku hela nafas panjang menyesali waktu terbuang






Tapi dak apa…… yang penting masih bisa lihat Fariz RM manggung lagi dan bisa menghangatkan music Indonesia…….. ayo terus berkarya…..FARIZ RM.

Makna cinta dari “Dibawah Lindungan Ka’bah” The Movie

Meluangkan waktu nonton “Dibawah Lindungan Ka’bah” selesai Lebaran bersama istri tercinta , membawa nuansa indah tentang cinta. Film yang sangat menghibur dan mempunyai makna arti cinta….. sangat jauh dari film2 indonesia yang terpampang d bioskop yg sama…..yang hanya menjual hantu dan arti seksi plus bintang (mantan) film dewasa manca Negara.

Saya bukan pengamat film…. dan bukan mau mengkritisi film…. tapi sedikit membahas makna cinta yg ada di film tersebut . Ternyata rasa cinta dari tahun 1920an sesuai seting dan karya Buya Hamka itu dibuat untuk yang namanya CINTA tetap sama… hanya casingnya aja yang beda.


Cover Novel karya Buya Hamka

Yang pasti aku suka lihat penampilan Didi Petet, Widiawati, Yenni Rachman (sampai mau come back), dan idola saya….Laudia Cyntia Bella yang imut. Karya Buya Hamka yang sudah puluhan tahun itu ternyata mampu di sulap dengan baik… dan menjadi film yang indah…dengan setting yang mampu membawa kita kesana dan melihat bahwa rasa cinta juga bisa terbatas karena teknologi…… bayangkan kalau saja saat itu sudah ada listrik bahkan Hand Phone… tentu tak susah untuk mengungkapkan perasaan hati dan lainnya… ha…… ha…… tanpa harus menulis surat seperti dahulu…..
 Adegan yang paling ku suka......

Film yang mengemban tugas berat karena harus menterjemahkan bahasa pujangga, cerita yang sudah terkenal serta film yang sebelumnya juga pernah dibuat….. tentunya membuat tugas sutradara dan kru film yang lain tidak mudah. Jadi biar lah film tersebut menjadi seperti adanya…..dan dinikmati.

Film yang bernuasa 1920an sangat indah untuk di lihat…. setting yg mereka buat….seolah kita kembali ke jamannya serta pakaian yang sopan sangat jauh dari keadaan sekarang. Namun jangan heran bila mulai separuh cerita……. air mata penonton mulai berkaca kaca….. melihat perjuangan cinta dua anak manusia yang berbeda derajad/kasta itu………. dan menerima cinta itu tidak harus memiliki dan berakhir happy ending…….


Ada beberapa kaliamat yang begitu menyentuh perasaan dan mempunyai pesan mendalam selama menyaksikan film tersebut. Diantaranya:


Ucapan Hamid pada pada Zainab…….”untuk melewati badai .. kita harus terus berjalan… hanya 2 yang harus tetap kita bawa…. keyakinan dan cinta”

 Ucapan Zainab di hadapan Hamid (saat Hamid membujuknya unuk menerima pinangan pilihan orang tuanya): “Hamid, aku hanya akan MENIKAH dengan orang yang aku cinta dan mencintai ku”

Ucapan ibu Hamid pada Hamid : "Jangan kau turutkan hatimu. Sampai kapanpun emas tak kan setara dengan loyang, sutra takkan sebangsa dengan benang,"

Setelah mengayuh sepedanya menuju stasium kereta….. Zainab hanya biasa melihat melihat kereta yang meninggalkannya bersama Hamid didalammnya…… begitu menyentuh………”Aku akan menunggu mu”



Begitu indah dan menyentuh perasaan…….. dimana semua penonton terdiam… dan sibuk mencari ssaputangan atau menengadah ke atas menahan air matanya tumpah……….. Suatu Film yang menghibur yang di dukung cerita yang kuat……….. Selamat menikmati.