Kamis, 25 November 2010

Antara KM, PAL dan BATU.........

Ini bukan cerita untuk membandingkan suatu daerah dengan daerah lain...... tapi intinya  hanya  untuk pengetahuan saja.....
Lain lubuk lain ikannya........ dimana bumi di pijak disitu langit dijunjung.......
Rasanya peribahasa-peribahasa ini benar.... makanya tetap bertahan sudah beratus tahun...... dan tidak berubah kalimat dan artinya.
Saat aku tinggal di Medan......untuk mementukan letak suatu daerah diluarkota sekitarnya kita menyebutnya KM (Kilo Meter). Contohnya  Gatsu (Gatot Subroto) KM 10..... udah jelas....... Medan arah ke Binjai KM ke 10, atau Jamin Ginting KM 6........... ini Medan arah Brastagi di sekitar KM 6............ begitu seterusnya......  Penyebutan KM ini berdasarkan Batu penunjuk di sisi jalan raya yang di buat instasi Pekerjaan Umum...... yang konon katanya..... semoga ini benar di patoknya titik O (Nol) ditengah kota...... tepatnya KANTOR POS.
Kata KM juga berlaku di Jakarta............ contohnya di jalan TOL  Jagorawi....... cukup menyebut.... KM....  ada “stopan”...... untuk rest area atau ada kecelakaan beruntun di KM........
Namun ketika kita sampai di Jambi....... dan Palembang..... masyarakat disana menyebutnya PAL ...... jadi kalau kita berkunjung kesana.... jangan asing kalau mereka menyebutnya PAL 5, atau PAL 10...... ini sama dengan orang medan menyebut KM. Untuk daerah Palembang........ ini bisa di maklumi karena di batu petunjung disisi jalan itu tertulis PAL ......... tapi kenapa di Jambi juga menyebutnya PAL......  ya...... padahal di batu tertulis JMB.........???? Apa karena yang tinggal di luar kota Jambi.... semua nya orang Palaembang?
Nah kalau di Bintan...... Tanjung Pinang..... mereka menyebuttnya BATU...... ya seperti Batu 11, atau BATU 6.......... ini juga sama dengan diatas. Buat ku asal jangan BATU 8...... karena sudah di kepalaku kalau BATU 8 itu nama perkuburan umum di Rantau Kuala Simpang Aceh.
Penyebutan BATU..... juga banyak digunakan orang-orang Jawa dan keturunannya .... untuk menentukan jarak....... mereka sering menyebut.....” 3 batu dari sini”.... ini mewakili 3 KM dari tempat kita saat bicara...... walau terkadang aku gak percaya begitu saja....... karena terkadang 3 batu sama mereka bisa sejauh 8 atau 10 KM jauhnya...... mungkin batunya udah hilang dicolong orang ...... atau sudah dialih fungsi menjadi batu nisan.....
Jadi patokan batu di sisi jalan.... begitu pentingnya sampai saat ini.... karena memudahkan kita mencari lokasi ......... walau sudah ada peralatan GPRS.
Mungkin dilain daerah ada penyebutan-penyebutan selain ini untuk menentukan suatu lokasi tersebut.......
Salam........

Rabu, 24 November 2010

Mr. Susianto .......... My favorite sports teacher

Bertepatan dengan HARI GURU ini....... 25 November 2010, maka aku ingin mengenang semua pahlawan tanpa tanda jasa........semua guru..........dan mengucapkan.... TERIMA KASIH.......... dan DOA.......... telah menjadikanku seperti sekarang ini......
Saat ini juga membuatku ingat dan terkenang akan salah satu guru favoritku.......
Yakin da.... semua yang pada sekolah,  kalau ditanya pelajaran favorit disekolah apa?..... so pasti jawabnya.......... olah raga. Bersukurlah semua guru olah raga dimuka bumi ini........
Mungkin karena pelajaran olah raga gak perlu pake ujian tulis..... terus pelajaran di luar kelas..... jadi kalau bisa setiap hari pelajaran olah raga terus..... makanya kalau guru berhalangan hadir..... lebih suka pelajarannya di ganti jadi pelajaran olah raga di bandingkan Matematika....
Aku sengaja meletakan gambar tas model sepatu... karena ini adalah ciri khas My Favorire Sport Teacher. Buat semua mantan murid di SMP & SMA YPDP Pertamina Rantau Kuala Simpang sekitar tahun 80-an pasti mengenalnya.
Sebenarnya Pak Susianto kurang berminat dengan olah raga sepak bola kegemaranku..... ini bisa kurasakan... karena selama dia mengajar..... sangat jarang kami diberi bola untuk bermain..... kalau pun kegiatannya main bola mungkin kalau dia lagi sakit gigi aja.....
Jujur...... awal nya ku paling benci namanya atletik...... apalagi identik lari......... lari....dan lari......... bosan rasanya..... napas mau putus dibuatnya ........ apa lagi harus keliling lapangn bola sampa1 10x...... kalau di jumlahkan...... sekitar 400 meter x 10 kali = 4000 meter = 4 km. Nah loh........... kalau betis ini bisa bilang ampun.... dijamin dia udah ngeluh dan menyembah minta ampun. Apalagi harus di kawal dari atas motor berkeliling komplek...... duh..... serasa di jaman penjajah Belanda.
Tapi..... semakin kenal pak Susianto, semuanya bisa lain.......  dari membenci atletik menjadi suka...... pa lagi gaya nya yang ramah bukan main....... bahkan kadang cemburu juga di buatnya. Bayangi aja.... murid cowok kalah popular di mata para cewek disekolah karena dirinya........ Walau begitu aku suka padanya.... karena dari dialah aku bisa tahu bahwa aku ini punya bakat juga untuk jadi atlet .... ATLETIK bukan cuma bisa jaga tiang gawang dan jaringnya .
Dari dirinya lah aku banyak tahu teknik berlari sprint 100 meter yang benar, lompat jauh, lompat tinggi, lempar lembing, tolak peluru dan lempar cakram....... dan ini mejadi kegiatan yang menyenangkan.
Bahkan pak Susianto pernah memberikan ku kesempatan mewakili Aceh Timur untuk mengikuti POPSI (pekan Olah Raga Pendidikan Seluruh Indonesia) tingkat Propinsi D.I. Aceh di Banda Aceh..... padahal saat itu aku masih duduk di kelas 2 SMP. Betapa dia sudah melihat bakat dan kemauan ku untuk bisa menyangi idolaku saat itu, Purnomo....sprinter Indonesia pemegang rekor 100 meter Asia saat itu....... dan Carl Lewis pemegang 4 medali emas Olimpiade Los Angles 1984 cabang atletik.
Walaupun aku harus gagal disana, hanya menduduki juara 3 untuk sprint 100 meter dengan waktu 11:41 detik dan rangking 6 untuk lompat jauh .......  6, 15 meter dan 1,36 meter untuk lompat tinggi.
“Itu tidak masalah...... masa depanmu masih panjang.... berlatih terus.......” hiburnya saat itu.
Kelas 3 SMP semester genap aku harus pindah sekolah karena orang tuaku pindah dinas....... selamat tinggal pak Susianto........ selamat tinggal atletik.......... selamat tinggal tas berbentuk sepatu...... Disekolah yang baru tidak ada lagi yang mendorongku untuk terus berlatih........ aku kembali ke hobi lamaku...... sepak bola........
Betapa sedihnya hati ini .......  ketika Rantau menjadi tempat digelarnya Kejurda Atletik se Aceh...... betapa sedihnya tidak bisa berpartisipasi..... betapa sedihnya ketika melihat pak Susianto dari jauh.......... memimpin team Aceh Timur.......
Betapa sedihnya juga ketika mendapat kabar beliau harus pergi dari sekolah kami tanpa alasan yang sampai sekarang tidak aku ketahui......   Bahkan ketika beberapa bulan lalu aku ketemu Ibu Yanil guru Biologi rekannya di sekolah yang sama.... beliau juga tidak mengetahuinya... kabarnya sekarang.
Oh.... jaringan Online..... sampaikan salamku untuknya...... semoga aku masih bisa ketemu dengannya walau cuma bisa mengucapkan............ You are my favorite sport teacher.......

Salam.

Rabu, 17 November 2010

Kota Jambi ....... kota tanpa kenal nama jalan?

Foto: Jembatan Aur Duri 1

Kota Jambi ....... kota tanpa kenal nama jalan?
Kalau lihat judulnya pasti semua sahabat yang tinggal di Jambi pada protes........ tapi terserah aja lah...... toh sekarang gak tinggal di sono lagi.... paling di omeli via SMS ato Facebook.
Sebenarnya plang nama jalan lengkap di sana, bahkan di ruko, praktek dokter ato tukang gigi pun tertera jelas. Namun persolan akan timbul bila kita menanyakan suatu tempat bila berpatokan pada nama jalan...... jangan harap......
Saya masih ingat saat belum lama tinggal di Jambi. Saat mengirim barang dari Medan, barang harus diambil di Jalan Diponegoro no 18 Jambi. Semua sahabat yang tinggal di Jambi........ dari yang lahir disana, yang tersesat karena terikut ortunya pindah sejak TK, sampe yang dulunya pernah ikut ngenek anggot........ tak ada yang tau nama jalan ini. Padahal didaerah lain biasanya nama jalan ini termasuk jalan protokol.
Tak habis akal tanya ama tukang ojek..... jawaban sama, tanya pak polisi yang jaga di pos .... lebih gawat....... “ kalau lampu merah dimana aja aku tau lay....... “....oh... orang medan rupanya tuh polisi.......
Akhirnya terpaksa pake cara bodoh....... ngabisi pulsa untuk telepon alamat tersebut dan minta dipandu....... baru dapat. Padahal kalau bilang aja....... Talang Banjar Kelenteng....... beres dah....
Sama dengan waktu mencari PT Lontar ....... jalan Ir. Juanda No.... ...... alangkah sulitnya..... tapi ketika di bilang WKS Mayang......... semua angkot jurusan manapun tau, bahkan tukang ojek dengan tutup mata sebelahpun bisa mengantarkan sampai didepan pintu gerbangnya.
Mungkin hanya tukang pos aja yang yang lumayan punya pengetahuan nama jalan di kota Jambi.
Entah lah kenapa bisa begini..... padahal di kota-kota lain orang lebih suka menyebutkan nama jalan untuk menuju lokasi lebih mudah.
Tapi jangan kuatir.... toh sekarang semua orang sudah punya hape..... jadi dengan cara bodoh seperti saya.... toh di jamin sampai juga ditempat yang dituju.
Nah yang menjadi parah... akupun jadi ketularan..... untuk tau lokasi suatu tempat aku jadi tak perduli itu jalan apa namanya. Ha...... ha....... jangan-jangan itu menjadi penyakit menular........ yang membuat nama jalan semakin tidak di kenal di kota Jambi.
Makanya jangan heran kalau sahabat di Jambi bakal tak asing dengan tempat....... Simpang Bata, The Hok, Bronie, TeACe, Pucuk, STM Atas ...... dibandingkan Jalan Gatot Subroto, Sudirman..... ....... jalan Orang Kayo Hitam (.... ih.... sukur aja kaya....).

Salam rindu untuk Jambi

Selasa, 16 November 2010


Ini adalah hari Raya Idul Adha pertama di P. Bintan……. Tempat baru dan tentunya suasana baru. Masih sendiri disini…… cinta dan jagoan masih tinggal di Jakarta. Bakalan sepi hari raya ini….. tanpa lontong Medan yang bisa dikomsumsi sampai 3 hari berturut-turut tanpa bosan.

Sore sesampai di rumah sepulang kerja, aku sempatkan ke warung sebelah rumah untuk membeli makanan kecil untuk nanti malam. Selesai bayar……… tetanggaku pemilik warung itu langsung menyodorkan “kupon qurban untukku”.
“ ….Mas…… (emang wajahku kentara ya Jawanya?)…….. ini kupon qurban, dari pak RT…….”
“Untukku……..?”. Sedikit kaget….. bukan kah aku ikut qurban dengan keluarga besar di Bandung dan bukan disini…..…..bisikku dalam hatiku…..
“Iya…… kan udah terdaftar di RT sini?” jawabnya taktis
“Semua warga sini di bagi…… tempat pemotongan nya saja didepan situ”……. Sambil menunjuk arah tempat qurban besok yang hanya berjarak 50 meter.
Saya sempat berfikir sebentar…… apa pantas saya menerimanya? Apa pantas warga perumahan tempatku tinggal menerimanya?........ bukankah mereka sama dengan ku ada yang pegawai negeri dan swasta…… ?

Toh yang saya tau yang berhak menerima qurban adalah fakir miskin atau kaum dhuafa , orang yang berqurban dan panitia. Aku ingat waktu masih kuliah dan aktif di remaja mesjid di Medan aku mendapat bagian daging qurban karena menjadi panitia qurban……. Tapi setelah ikut memotong-motong daging, menimbang dan membagi-bagi daging, isi perut dan tulang tiap kantungnya sebesar 1,6 kg/bungkus dari pagi sampai sore…..…… malah membuatku untuk beberapa minggu…. gak doyan makan daging……….. euneg …..kalau melihat daging sapi. Aku juga menerima daging qurban karena menjadi shohibul qurban. Tapi kali ini……………….???

“Begini aja pak” jawabku…….. “Bisa gak…… kupon ini di berikan ke orang yang lebih berhak…….. terserah ke siapa…….. yang dirasa layak… karena saya kurang tau daerah sini dan dimana mendapatkan orang yang lebih ber hak”.
“Gimana kalau tetap kita ambil……. Entar saya masakan….. trus saya anter kerumah mas”
“Gak usah pak…….. “ jawabku. “ Tolong ya…… pak…… kasih buat yang berhak………” kataku berulang kali dan sambil berlalu……. Dan kulihat tetanggaku mengangguk….. dengan sedikit bengong.
Sesampai dirumah…… aku mulai bertanya?....... atau emang status ku sudah termasuk fakir miskin ????........ Ah ………. coba buka buku ………

Qurban hukumnya sunah bagi yang tidak mampu dan wajib bagi yang mampu. Dalam QS Al-Kautsar 1-2 disebutkan bahwa qurban dianggap “sejajar” dengan sholat. Apabila kita sudah diberi nikmat (mampu) kita diperintahkan untuk berqurban. Selain itu, nadzar untuk berqurban juga bisa menjadikan qurban sebagai wajib walaupun sebenarnya belum bisa dikatakan mampu

Definisi mampu (menurut fiqih): Islam, Berakal sehat, Baligh
Mampu juga berarti berpenghasilan setahun senisab 93,6 gram emas
Terus aku hitung pakai kalkulator di hape:

93.6gram emas x @Rp 390.020,-/gram(harga emas saat ini)
= Rp. 36.50.5872,- setahun ( Rp. 3.042.156,-/bulan )
belum termasuk bonus dan THR lho….


Terus ……….?....... atau masyarakat Indonesia sudah lebih makmur…… sehingga sudah tidak ada lagi fakir miskin yang bisa di beri daging qurban………………. Tapi diberita tadi sore masih kulihat di beberapa daerah….. yang sudah melaksanakan sholat eid…….. dan mengadakan pemotongan hewan qurban …….. masih banyak warga yang berebut mengambil daging qurban seperti korban gempa Mentawai lari kegirangan didrop bantuan dari helicopter ……. dan meminta ke panitia setempat buat mereka yang tidak memiliki kupon……. bahkan dengan sedikit memelas dan memaksa. Padahal mereka ada yang datang dengan sepeda motor dan emas yang melilit pergelangannya seperti took emas berjalan. Atau qurban sudah berubah menjadi “pesta nasional makan daging gratis setiap tahunnya”……. ? Atau bangsa yang terkenal dengan pasukan berani mati saat perjuangaan dulu sudah berubah menjadi “pasukan berani malu”?

Aku percaya semua peserta qurban melakukan perintah Allah ini secara iklas…….. tapi kalau lah didepan mata peserta qurban melihat yang mendapat bagian qurban bukan termasuk ketiga katagori tersebut…………….….. dan bisa jadi secara ekonomi lebih baik…….……… gimana??? Terserah hati masing-masing…. jawab sendiri lah………….. karena iklas itu sangat tipis buat kita sebagai manusia biasa.

Atau tergantung daerah masing-masing….. bisa jadi daerah tempat tinggal ku dulu dan sekarang jumlah fakir miskinnya jauh lebih sedikit dari jumlah yang ber-qurban…….. jadi panitia kesulitan untuk membaginya….. dari pada daging yang di qurban tidak tau mau di kemanakan….. ya siapa aja di bagi…. Yang penting habis neh…kupon……toh peserta qurban iklas ……Lillahitaalla……... semoga intinya…. Bangsa ini sudah lebih makmur……… Setuju…….?!

Makanya ide dan solusi yang ditawarkan Rumah Zakat Indonesia sungguh menarik hati……. Pengalengan menjadi kornet daging yang dipilih sejak 8 tahun yang lalu yang dimaksudkan sebagai cadangan makanan bergizi untuk masyarakat, khususnya ke tempat-tempat bencana alam…….. atau bagi fakir miskin bisa di nikmati lebih lama…….. tidak hanya selama beberapa hari makan daging….…. Karena umunya fakir miskin tidak punya kulkas untuk menyimpan daging lebih lama…….. Bahkan di salah satu TV tempo hari saat wawancara, Rumah Zakat Indonesia bisa melayani bila kita memesan qurban kita tersebut untuk daerah dimana kita mau…… seperti di daerah Merapi yang sedang membutuhkan. Ini bukan promosi…….

Kalau soal hukumnya………. Mereka tentunya lebih tahu.

Semoga ini bisa menjadi pemikiran kita dan para panitia qurban yang didaerahnya fakir miskinnya sedikit dan peserta qurbannya jauh lebih banyak.

Allahuakbar…….3x …….. walillah….. illham.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1431H
Insyaallah……. tahun depan….atau tahun depannya lagi…… berqurban di Mekah.


Salam.

Senin, 15 November 2010

Selamat Jalan........Presly

Entah mengapa tangan ini iseng buka foto-foto di Facebook seorang teman........ sampailah di salah satu foto............ ya....foto....Presly. Sahabat yang telah pergi untuk selamanya tahun lalu. Tidak terasa sudah setahun lebih sahabat ku ini berpulang ke hadapan Allah. Tapi aku merasa dia masih hidup.
Sabtu, 12 Sep 2009.
Pukul 06:30 Wib.............. saat perjalannan dari Tebing Tinggi ke Jambi...................HP “cintaku” berdering......... dari tetangga sebelah rumah yang mengabarkan Presly mendapat kecelakaan luka bakar........ tengah malam tadi sekitar jam 00:00 Wib. Kurang puas dengan berita itu aku call Adi.......yang rupanya sudah berada di rumah sakit Theresia Jambi sejak tengah malam tadi. Dan membenarkan kejadian tersebut.
Pukul 09:30 Wib..............RS Theresia Jambi.......... di depan kamar ICU itu telah ramai wajah-wajah yang aku kenal...... termasuk istri dan 2 anak Presly....Semua hanya bisa melihat dari balik kaca..... walau sesekali aku lihat perawat dan dokter keluar masuk mengecek kondisinya. Jelas kulihat ada seorang lagi yang senasib dengannya...... ya luka bakar. Dari teman-teman diluar juga lah aku mendapat kejelasan mengapa sampai terjadi kecelakaan kerja ini. Walau belum lengkap benar.
Pukul 09:30 Wib............ ku lihat salah satu sahabatku Heri memasuki kamar ICU itu.... dan mengenakan baju seteril setelah sampai kedalam........... dengan perasaan nyakin....akupun mengikutinya..... dan mengunakan pakaian steril juga.....rasanya tak puas melihat sahabatku hanya dari balik kaca.
Betapa terkejutnya aku.......... melihat kondisi luka bakar 90% itu......... hanya wajah dan sedikit  bagian tubuh yang masih berkulit utuh. Bertambah kaget lagi aku ketika  saat kami bertemu di ruang ICU itu................”bang............. gak jadi kita mudik bareng kamis  (17 Sep 2009)”..........” Sudahlah....gak usah di pikir....” jawabku menenangkannya. Memang kami berjanji untuk konpoi pulang mudik walau sampai Jambi....... sepulang kerja Kamis depan. “ Bang ...... gak jadi juga aku pakai rumah abang kalau aku kemaleman sampai Jambi......”..... aku hanya nganguk. Aku juga sempat menanyakan kondisinya............. “ Aku sehat kok bang........ aku gak pernah pingsan dari mulai kejadian tadi malam........” Ya emang luar biasa kuatnya fisik sahabatku ini..........bahkan ketika aku tanya ..... seberapa sakitnya.............dia menjawab “Sudah gak terasa lagi bang...... sakit yang sangat sakit sudah kulewati”........... selama 15 menit kami berbicara di ruang ICU bertiga dengan Heri............ dari awal kejadian sampai keadaan sekarang......” Sial aku bang”........itulah kata yang selalu di ucapkan.......... “ Aku gak mau lihat anak istriku menangis lihat kondisi ku bang........”....... ya angguk ku lagi................... aku percaya....kamu akan sehat dan kembali bergabung secepatnya 1 atau 2 bulan lagi di kantor. Bahkan aku berjanji akan mengunjunginya setiba di Jakarta. Karena aku rencana mudik ke Bogor tanggal 18 Sep 2009.
Setelah waktu menjenguk habis kami pun keluar........ setelah itu tidak ada satu orangpun yang boleh masuk kecuali keluarga dekatnya.
18:10 Wib......... Bandara Sutan Taha Jambi........ bersama beberapa teman kami berbuka puasa disana..... karena rencananya sahabatku akan berangkan  ke RSPP Pertamina Jakarta karena di sanalah ada perawatan luka bakar. Berkali-kali kontak dengan sebagian teman yang bertugas di Rumah sakit Theresia. Mencari tahu perkembangan keberangkatan dan persiapan apa saja yang sedang berlangsung.
19:45 Wib...... Ambulan melaju kencang dan langsung menuju pesawat foker 27 carteran  yang sudah memanaskan mesinnya....... kami hanya bisa melihat dari jauh.... dan melambaikan tangan....sembari berdoa untuknya.......
Setiap hari...... kabar dari Jakarta kami terima dan menunjukan kemajuan............
Jumat, 18 Sep 2009
11:30 Wib............ Bandara Sutan Thaha Jambi menunggu berangka ke Jakarta................HP berdering.......... ternyata dari “cintaku” yang menceritakan mendapat mimpi “giginya copot” tadi malam........ Mungkin karena di kuatir karena aku akan terbang siang ini menyusulnya ke Jakarta. “ Ah...... itu Cuma bunga tidur aja cin...... jangan kuatir”.
20:00 Wib........... Baru saja aku dan keluarga nyampai di Sentul Bogor..... rumah Ibuku... HP berdering......... dari Heri.......... semoga kabar baik........... ternyata, “Innalilahiwainailaihi rhojiun......... Presly telah berpulang..........”
Sepanjang jalan dari Bogor ke RSPP Pertamina Jakarta pusat aku hanya terdiam......... cintaku juga hanya menatap pandangan kosong...... karena kami sekeluarga begitu akrap dengan keluargaanya.... bahkan saat beliau masih lajang.
Sesekali aku lirik speedo meter mobil yang di supiri adik iparku...........menunjukan 120 km/jam........... Jakarta sudah sepi...... karena 2 hari lagi Lebaran......... tapi rasanya mobil berjalan lamban...........
Pikiran melayang ke masa-masa bersamanya........  Presly adalah salah satu anggota “superteam” dia selalu mendapat tugas sebagai bendahara dan debt collector kami yang handal....., dia juga tosser bola volly terbaik yang pernah kukenal.....  penjaga gawang departemen yang tangguh......... dan serba bisa dalam hal olah raga........ aktif sebagai pengurus mesjid...... tugas terakhir kami berdua adalah membuat order kaos seragam departemen kami di kantor EID.
Pasti aku akan kehilangan gayanya yang khas....... karena tanpa menoleh aku tahu dia ada di belakangku....... karena sudah menjadi kebiasaanya akan memegang telingaku kiri kanan selanjutnya kami akan saling ejek dan canda....... walau sedikit tempramen....... tapi dia tak pernah marah padaku....... sekeras apapun candaan kami
Ucapan beberapa orang tua yang mengatakan bahwa luka bakar 90% biasanya gak bakalan panjang umurnya ternyata benar.... yang semula tak aku percaya....... rupanya kerusakan jaringan kulit membuat air dari dalam tubuh tidak bisa keluar dan membasahi paru-paru....... atau adanya cairan kimia yang tertelan pada saat kau berkubang mempertahankan hidup di bubur kertas yang mendidih itu. Dan hari-hari selanjutnya itulah yang membuat daya tahan tubuh menurun.
21:15 Wib............ sampai di RSPP langsung disambut teman-teman lama yang sudah tinggal di Jakarta....... semua wajah nampak duka ........ Almarhum baru saja selesai di kafan...... sehingga aku tak sempat melihat wajah ranahnya untuk terakhir kali......  Selesai di sholatkan....... aku sempatkan memegang kepalanya dari balik kain kafannya................. dan membisikan di telinganya “ Aku tepati janjiku menemui mu di Jakarta..... sahabat..........”
Sabtu, 19 September 2009 Almarhum di bawa ke Pagar Alam Sumatra Selatan tepat satu hari sebelum Idul Adha 1430H .... dan di kebumikan disana.......... ternyata janjimu untuk berhenti kerja dan pulang kekampung halaman seperti yang selalu kau ucapan......... bahkan pada saat kita sholat tarawih 2 hari sebelum malam naas itu................................... terbukti.
Selamat jalan sahabat......  doa kami menyertaimu..... semoga amal-amalmu di terima di sisi Allah.

Salam

Minggu, 14 November 2010

Pawang Hujan Bergaransi

Aku sebenarnya orang yang tidak percaya dengan hal-hal kelenik ini.  Tapi keadaan disekitar....serta orang-orang di sekitar ku yang percaya ini, mau tak mau membuat ku turut memperhatikannya....... bahkan harus mengikuti kemauan banyak orang walau hatiku berontak...... wo wes lah...... aku mau cerita beberapa kejadian itu.
Saat di Aceh dahulu..... setiap ada keluarga yang punya hajatan selalu melibatkan pawang hujan...... begitu takutnya orang acara berantakan. Bahkan aku ingat seorang yang kerjanya mabuk..... dan disetiap ada pesta selalu menyanyi ......”i feel good” dipercaya mampu mengusir hujan itu.
Aku juga ingak Uwak ku (abang ayahku) sewaktu membuat pesta pernikahan sepupuku.... harus menyediakan cabe dan bawang yang di tusuk lidi serta di tancapkan ketanah...... sebagai syarat yang di ajukan pawang hujan.
Bagaimana beratnya Marwan sepupuku harus membuang celana dalam kesayangannya ( mungkin itupun celana dalam satu-satunya) ke atas genteng rumahnya saat syukuran sunat dirinya. Demi mengusir hujan........... anjuran pawang.
Yang terbaru adalah....bagaimana perusahaan ku sekarang yang hampir di demo warga sekitarnya karena diisukan menggunakan pawang hujan selama projek berlangsung agar proyeknya lancar...... yang selama hampir 4 bulan tidak turun hujan.
Saat paling konyol ketika menjadi penyelenggara “Nonton Bareng Final Piala Dunia 2006”. Aku yang bersama “super team” ku...... yang juga tidak percaya hal-hal kelenik selama ini, harus tunduk dan menyerah karena ada usulan dari “orang luar” team kami. Yang begitu memelasnya untuk menggunakan Pawang Hujan di acara tersebut. Bahkan menurutnya....pawan hujan nya siap tidak di bayar bila hujan turun............ ya........ pawang hujan bergaransi lah namanya.
Ok lah...kita setuju juga.... walau harus mengeluarkan dana ekstra untuk pembayaran “pawang hujan”.... yang otomatis mengurangi jatah souvenir pembubaran panitia.
Dimalam final yang ditunggu ribuan orang di lapangan depan ruko tempat kami menggelar acara begitu cerah..... secerah wajah-wajah kami yang girang bahwa acara kami di hadiri banyak orang.......  Dilayar besar tersaji Francis vs Italia........ kami juga masih bisa kusuk menyaksikan Zidane menanduk dada Materazi sampai tersungkur........ dan bagaimana Zidane tertunduk lesu di Piala Dunia terakhirnya. Tanpa kami sadari......awan di atas kepala tambah pekat...dan angin berhembus mulai kuat.......... Tidak berapa lama....hujan sangat besar tiba.
Untung saja super team selalu menyiapkan acara secara sempurna.... karena kami sudah mempersiapkan bila hal begini datang.... walau kami sudah menyewa pawang hujan kelas wahid tingkat kampung. Speaker sebesar lemari aman dari hujan....peralatan projector yang kami pinjam dari Perusahaan juga aman....serta peralatan broadcasting lainnya kami anggap aman dari hujan...... tinggalah para penonton yang masih antusias....di bawah hujan tetap bertahan... bermantel, masuk kebawah terpal tempat duduk, berdempet di meja panitia dll. Yang penting sampai selesai adu tendangan 12 pas......yang di menangkan Italia serta pembagian Door Prize baru mereka pada bubar.
Ya Allah.... maafkan hamba mu...... apakah Allah murka pada kami? Sehingga menurunkan hujan yang sangat deras ........... padahal telah 3 bulan Tebing Tinggi Tungkal Ulu Jambi tidak pernah hujan......... Ampuni kami .......ya Allah karena kami lebih percaya Pawang Hujan di bandingkan berdoa kehadapan Mu................. ya Allah ampuni kami.
Salam 

Warung Perasmanan ala Tanjung Pinang

Foto: Suasana warung
Waktu menunjukan pukul 09:15 Wib......... entah mengapa saat berjalan melewati warung makan di sisi kiri ku ini membuatku begitu tertarik. Pengunjung yang ramai dan makanan yang dihidangkan ala prasmanan layaknya makanan di pesta pernikahan. Mata terus menoleh kesana......sembari sesekali melihat kedepan....takut kejeblos parit di pinggir jalan.
Sepagi ini....... warung ini sudah ramai terutama orang-orang berseragam.... dari seragam polisi, seragam tentara, seragam pegawai negeri....... dan yang tak pakai seragam. Hati sempet ragu...... jangan-jangan ini emang sedang ada acara syukuran...... Cuma karena ku lihat ada yang membayar (tentunya tidak berseragam), sudah pasti ini warung makan biasa....... tapi sepagi ini sudah ramai.......... aku juga gak tau apa orang Tanjung Pinang sarapan sesiang ini? Ah....entah lah........ aku saja yang sudah sarapan jam 06:00 Wib saja jadi ketularan laper melihat warung ini.
Dari pada penasaran....... ya masuk....... walau perut belum lapar....... ya ingat sunah Nabi.....”makan sebelum lapar.........................”.
Wah...memang banyak menu yang tersedia...... ada lele, ayam goreng, daging semur.... pecal, gado-gado...... uh....pusing juga milihnya karena bermacam-macam dan begitu enak sepertinya...ini terlihat dari tampilan masakannya yang masih segar.
Setelah bingung dan putar sana sini padahal piring sudah lama di tangan, akhirnya pilihan jatuh pada nasi lemak/gurih/gemuk yang masih dibungkus daun pisang......yang pada saat di buka aroma wangi daun pisangnya terasa benar...... didalamnya ada sedikit sambal tempe. Dua potong sambal cumi...., beberapa sendok gulai telur puyuh dan kentang serta pecal yang sayurnya bisa memilih sendiri dan komposisinya kita atur sendiri.......berikut kuah kacangnya.

Foto: Menu yang menggiurkan

Setelah isi piring penuh......... karena baru pertama kesini...... dan ingat pepatah malu bertanya….entar bayarnya mahal…….ya langsung negur penjaganya “mas.... neh bayarnya gimana?”........ dengan ramah penjaganya yang mengunakan seragam menjawab “ duduk saja pak..... entar petugas kita akan datang menghitung”.
Untuk nikmati makanan sembari melihat situasi warung unik ini.....aku putuskan makan di depan....ya di meja yang ada payungnya pas di depan warung..... tepat di pinggir torotoar jalan. Memang benar......tak lama datang petugas.... menayakan minum apa....kemudian menghitung yang aku ambil dipiring. Bill pun diberikan....... hanya Rp. 13.000,- cukup murah untuk makanan yang lezat-lezat ini.
Aku sempat mencari-cari judul warung ini........... ada tulisan di dalam warung menggunakan kain : “Singgah Selalu Makanan Khas Melayu Dauk”  ........ oh itu rupanya. Aku sempat mengambil beberapa foto. Bahkan sambil makan aku sempat nelpon.......” halo cin....... entar kalau kita ke Tanjung Pinang......kita mampir di sini ya.....”.
Selesai makan......... aku cari ojek menuju pelabuhan....... dari tukang ojek inilah aku dapat info kalau warung makan ini baru di buka setahun yang lalu...... buka setiap hari dan selalu ramai dikunjungi orang terutama saat jam makan. Karena letaknya yang startegis pas di simpang Kantor Gubernur Kepri.......dan tentunya masakan yang lezat....serta ide untuk membuat warung ala prasmanan itu aku salut.........  kalau aku lihat dari plang nama jalan di ruko sebelahnya warung ini di jalan Pemuda no 7. Kalau pun salah....dan ada orang yang menanyakan lebih detai......... aku cuma bisa jawab “ maaaf ...saya orang baru disini”.

Salam

10 tempat asik di Kota Jambi versi Diriku

Foto: Mesjid Seribu tiang
1. Mesjid Agung Al Falah atau Mesjid Seribu Tiang......... ini adalah mesjid terbesar dan termegah di Jambi...dengan tempat parkir yang luas..... termasuk jalan raya didepannya bila Lebaran tiba.....  Mesjid yang terbuka tanpa pintu dan jendela....serta ukiran kayu berlafal ayat-ayat al Quran di deretan imam......serta Pilar utamanya yang terbuat dari tembaga serta ratusan tiang diterasnya membuat mesjid ini di juluki mesjid 1000 tiang (walau jagoanku sampai berulang kali menghitungnya tidak cukup 1000).
2. Pasar Angsoduo........... nah kalau ini bukan pasar sayurnya....tapi kios-kios BJ (Burukan Jambi) yaitu pusat pakaian bekas eks luar negri...yang kalau jeli memilihnya bisa mendapatkan pakaian bermerek yang masih baru. Bahkan untuk koleksi kaos team bola favorit sampai memasang agen disana.
3. Pecel Lele Mbak Yessy............. Tempat makan pecel lele paling enak dan mantap....... lokasi dekat tugu Juang Sipin ke arah mesjid Nurdin...... di sisi kanan. Sambalnya terasinya ok punya serta ikan lelenya yang lebih besar dari tempat lain..... membuat liur netes sebelum mobil diparkir.
4. Pasar 46............... pasar kaget di jalan lingkar luar ini Jambi menuju jembatan Aur Duri 2 sungguh unik...seunik namanya 46 yang artinya buka jam 4 dan tutup jam 6 sore. Bila musim durian..... durian kelas satu yang ada di daerah Kumpeh.... tersaji disini...... berikut Duku yang terkenal itu.
5. Kedai kue Talang Banjar.......... tempat yang tak pernah absen dikunjungi kalau ke Jambi..... bahkan bila ke Jakarta pun harus kesini untuk beli kue “KOJO” dan Onde-onde Wijennya sebagai oleh-oleh. Semua kue disini enak dengan harga yang terjangkau........ Buka mulai jam 13:00 sampai selesai..... kecuali hari Senin.
6. Toko keramik belakang bioskop Mega........ nah ini kalau ada keluarga dari luar Jambi datang selalu minta kesini....biasa ...cek tas, jam tangan, keramik dll.......... barang import kelas kw1, kw 2 dan entah apa lagi ada disini. Harga miring
7. Toko Sumsel.................toko bahan kue langganan cintaku..... jadi tak perlu susah pindah tempat untuk mendapatkan bahan kue.Karena disini sudah lengkap.
8. Tropi......... toko buku dan pernak-perniknya yang sangat lengkap........ harga terjangkau. Lokasi diidekat daerah bekas taman Mayang. Tidak pernah sepi.......padahal bersaing dengan mall Matahari di sebelahnya.
9. Ikan Bakar Talang Banjar......... lokasinya yang dipinggir jalan kalau dari lapagan Koni menuju simpang lampu merah ke Bandara berada di sebelah kanan jalan dekat jembatan dan hanya berupa warung tenda..... tapi rasa ikan bakarnya luar biasa...... dengan sambel bermacam jenis.......di jamin gak nyesal...eeeuuuunak.... jok.....
10. Perumahan Rukun Sentora Jl. Patimura Simpang Rimbo......... kalau ini rumah ku....... dari pada harus keluar uang buat sewa hotel.

Salam

Wisata Sungai Batanghari Jambi

Aku masih ingat saat SMP di Aceh dahulu........pada saat pelajaran geografi dari pak Ritongan guru favorit ku. Ada pertanyaan pada ulangan harian..... “sebutkan sungai terpanjang di Sumatera”. Saat itu aku menjawabnya.......”sungai Batang Gadis”. Itulah kalau pikiran cewek melulu, jadi lebih mudah mengingat kata “gadis” di bandingkan “hari”. Walau pun sungai Batang Gadis memang ada di Sumatra namun kalah jauh panjangnya dari sungai Batanghari.
Itulah kehidupan..... pertanyaan waktu SMP ternyata bisa membawa ku tinggal disana dan menikmati Sungai terpanjang di Sumatera, dengan panjang  diperkirakan hampir 500 kilometer
Kalau kita berada di Kota Jambi., ada “daerah seberang” yaitu daerah seberang sungai Batanghari yang banyak dihuni masarakat asli Jambi.....Melayu yang telah membaur dengan warga lain. Daerah ini solidaritas dan kekeluargaannya sangat tinggi....jadi jangan coba-boba berbuat jahat......di jamin....gak selamat.
Ada 2 jalur menuju daerah seberang, bisa lewat darat, memutar dari Jembatan Aur Duri 1 atau 2 atau menggunakan perahu bermotor yang banyak mengkal di Pasar Angso Duo atau di belakang Mall WTC Jambi. Nah pada saat aku ke “seberang”, aku mencoba ke 2 jalur ini.
Tak aku sangka ternyata ajakan untuk menikmati penyeberangan dan jalan-jalan dengan perahu motor dari “daerah seberang” ke kota Jambi menjadi perjalanan yang menarik dan menyenangkan.
Menggunakan perahu kayu berukuran panjang 7 meter dan leber 1,2 meter yang di lengkapi mesin....... cukup ditumpangi oleh 10 orang. Duh...indahnya.....menikmati sungai yang airnya berwarna coklat muda......yang arus dan riaknya tenang....membuat perjalanan sungguh mengasikkan. Terhalangnya matahari oleh awan membuat hembusan angin di sungai Batanghari menjadi sejuk.
Melihat kawasan Ancol, (tempat paling terkenal di Jambi), Mall WTC dan tentunya pasar Anggso Dua dengan denyut nadi perdagangan yang tak pernah berhenti...... dari arah sungai.....sungguh merupakan pemandangan yang baru...karena selama ini pemandangan hanya dari arah kota Jambi saja. Berselisih dengan perahu-perahu yang melangsir orang belanja..... kapal lumayan besar yang sedang membongkar muatan.....atau ....kapal ponton berisi kayu alam  yang sedang ditarik boat. Belum lagi asiknya sesekali mencelupkan tangan ke air sungai Batanghari yang kata orang Jambi kalau sudah “memimumnya bisa gak mau pulang”. Mungkin maksud kalimat itu kalau minum air Batanghari yang belum disulung ya......???
Namun sayangnya...sama seperti sungai di Indonesia.......ya sungai selain jalur transportasi bisa juga menjadi tempat paling mudah buang sampah.......baik sampah rumah tangga atau sampah dari perut manusia. Sehingga di sepanjang pinggiran sungai banyak terlihat plastik mie instan atau botol bekas shampo....... sayang..... merusak pemandangan.
Memasuki pertengahan perjalanan....... matahari bosan terhalang awan......matahari rupanya ingin juga melihat kegiatan kami secara langsung.....ya akibatnya lumayan gosong neh wajah karena perahu yang kami sewa tanpa tudung. ......eh....... cobaan datang lagi.....baling-baling perahu lepas....karena tersangkut karung goni yang di buang sembaranngan...... terkatung-katung di sungai yang besar ternyata membuat ngeri juga....... mana tidak pandai berenang...... life jacket juga tak ada......hanya doa saja yang bisa terucap.
Tidak sulit rupanya buat “nahkoda” perahu kami..... kebetulan dia masih menyimpan baling-baling cadangan di perahunya...walau baling-balingnya tinggal 2 daun saja (seharusnya 3 daun). Buka baju dan terjun....menyelam....tidak sampai 5 menit selesai......perjalanan bisa dilanjukan.....aman........ Akhirnya perjalanan selama 45 menit + 10 menit terkatung-katung tanpa baling-baling berakhir......... cukup membayar Rp 30.000,- (mungkin karena kenal ama yang punya perahu, tanpa asuransi dan bonus wajah tambah gelap).
Jadi kepikiran.....kenapa wisata perahu menyusuri Batanghari tidak di kelola secara baik? Perahu yang berwarna-warna, beratap, punya life jacket, kalau perlu asuransi, ada musiknya, jalur yang semakin panjang...kalau perlu dari jembatan Aur Duri 1 sampai jembatan Aur Duri 2..... dan ada yang lebih ekstrim.....wisata perahu malam hari....wow...di jamin Ok.
Semoga....... suatu hari kelak saat mengunjungi Jambi...... wisata sungai menjadi kebanggaan masyarakat Jambi. Gimana pak gubernur???.. (e... siapa ya gubernurnya setelah pak Zulkipli Nurdi????.)

Salam rindu untuk Jambi