Senin, 26 September 2011

Makna cinta dari “Dibawah Lindungan Ka’bah” The Movie

Meluangkan waktu nonton “Dibawah Lindungan Ka’bah” selesai Lebaran bersama istri tercinta , membawa nuansa indah tentang cinta. Film yang sangat menghibur dan mempunyai makna arti cinta….. sangat jauh dari film2 indonesia yang terpampang d bioskop yg sama…..yang hanya menjual hantu dan arti seksi plus bintang (mantan) film dewasa manca Negara.

Saya bukan pengamat film…. dan bukan mau mengkritisi film…. tapi sedikit membahas makna cinta yg ada di film tersebut . Ternyata rasa cinta dari tahun 1920an sesuai seting dan karya Buya Hamka itu dibuat untuk yang namanya CINTA tetap sama… hanya casingnya aja yang beda.


Cover Novel karya Buya Hamka

Yang pasti aku suka lihat penampilan Didi Petet, Widiawati, Yenni Rachman (sampai mau come back), dan idola saya….Laudia Cyntia Bella yang imut. Karya Buya Hamka yang sudah puluhan tahun itu ternyata mampu di sulap dengan baik… dan menjadi film yang indah…dengan setting yang mampu membawa kita kesana dan melihat bahwa rasa cinta juga bisa terbatas karena teknologi…… bayangkan kalau saja saat itu sudah ada listrik bahkan Hand Phone… tentu tak susah untuk mengungkapkan perasaan hati dan lainnya… ha…… ha…… tanpa harus menulis surat seperti dahulu…..
 Adegan yang paling ku suka......

Film yang mengemban tugas berat karena harus menterjemahkan bahasa pujangga, cerita yang sudah terkenal serta film yang sebelumnya juga pernah dibuat….. tentunya membuat tugas sutradara dan kru film yang lain tidak mudah. Jadi biar lah film tersebut menjadi seperti adanya…..dan dinikmati.

Film yang bernuasa 1920an sangat indah untuk di lihat…. setting yg mereka buat….seolah kita kembali ke jamannya serta pakaian yang sopan sangat jauh dari keadaan sekarang. Namun jangan heran bila mulai separuh cerita……. air mata penonton mulai berkaca kaca….. melihat perjuangan cinta dua anak manusia yang berbeda derajad/kasta itu………. dan menerima cinta itu tidak harus memiliki dan berakhir happy ending…….


Ada beberapa kaliamat yang begitu menyentuh perasaan dan mempunyai pesan mendalam selama menyaksikan film tersebut. Diantaranya:


Ucapan Hamid pada pada Zainab…….”untuk melewati badai .. kita harus terus berjalan… hanya 2 yang harus tetap kita bawa…. keyakinan dan cinta”

 Ucapan Zainab di hadapan Hamid (saat Hamid membujuknya unuk menerima pinangan pilihan orang tuanya): “Hamid, aku hanya akan MENIKAH dengan orang yang aku cinta dan mencintai ku”

Ucapan ibu Hamid pada Hamid : "Jangan kau turutkan hatimu. Sampai kapanpun emas tak kan setara dengan loyang, sutra takkan sebangsa dengan benang,"

Setelah mengayuh sepedanya menuju stasium kereta….. Zainab hanya biasa melihat melihat kereta yang meninggalkannya bersama Hamid didalammnya…… begitu menyentuh………”Aku akan menunggu mu”



Begitu indah dan menyentuh perasaan…….. dimana semua penonton terdiam… dan sibuk mencari ssaputangan atau menengadah ke atas menahan air matanya tumpah……….. Suatu Film yang menghibur yang di dukung cerita yang kuat……….. Selamat menikmati.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar